Banyak orang berkata bahwa zaman sudah berubah banyak. Bukan hanya lingkungan tapi manusia pun sudah berubah, ada perbezaan yang begitu drastis dari anak muda zaman dulu dan zaman sekarang.
Seringkali kita menemukan anak kecil atau anak muda zaman sekarang begitu kurang sopan santunnya, moralnya.
Sebut saja dalam hal naik kenderaan awam, yang mana anak muda diharapkan untuk boleh memberikan tempat duduknya bagi orang yang lebih tua.
Untuk yang satu ini, lebih tepatnya dapat kita sebut sebagai etika, karena tidak ada hukum yang mengatur hal ini sebagai sebuah keharusan.
Jika anak muda boleh memberikan tempat duduknya bagi orang tua, maka anak itu pun sebenarnya sedang menunjukkan rasa hormatnya atas orang tua itu.

Tapi hal ini menjadi sebuah “senjata khusus” para orang tua yang digunakan untuk menyerang para anak muda yang tidak memberikan tempat duduknya bagi mereka.
Sebut saja sebuah kejadian di Beijing, yang terjadi di MRT bawah tanah, terjadi hal yang begitu tidak mengenakkan. Seorang Pakcik saat naik ke MRT, dia melihat ada sebuah tempat duduk dan berniat untuk duduk di sana, tiba-tiba ada seorang anak gadis langsung menempelkan punggungnya ke tempat duduk itu.
Saat melihat kelakuan gadis yang duduk di bangku itu, si Pakcik langsung tampak tidak senang, dia mulai memarahi gadis itu, dia mengatakan bahwa gadis itu tidak beretika, kurang ajar. Kata-kata penghinaan terus menerus keluar dari mulutnya tanpa henti.

Dia merasa bahwa seharusnya bangku itu diberikan baginya, malahan gadis ini tanpa merasa bersalah langsung menduduki tempat duduk itu.
Dia memaki gadis ini dan berkata bahwa dia sangat gak tau malu, dari awal ngomel ke gadis ini tanpa berhenti. Orang yang disebelah gadis ini, saat mendengar semuanya itu menjadi terganggu dan terbawa emosi juga.

Si Pakcik masih berkata bahwa dirinya akan menggantikan orang tua gadis itu untuk menghajar dan mendidiknya. Orang-orang di sekitarnya memberikan tempat duduk pada Pakcik ini, tapi dia tidak mau duduk. Dia hanya menginginkan tempat duduk yang tadinya telah diincarnya itu.
Anak gadis itu tidak mengeluarkan kata-kata apapun, mukanya begitu merah sejak dimarahi oleh Pakcik itu. Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya gadis ini bersuara, “Saya sedang datang haid, Pakcik malahan memarahi saya sesukamu, berpikir bahwa apa yang saya lakukan ini tidak seharusnya.”

Akhirnya dia juga mengungkapkan dengan suara yang begitu keras, “Apa kamu mau mengeceknya juga?” Suaranya yang begitu keras sampai kedengaran di 1 gerbong itu.
Si Pakcik yang mendengar ini langsung terdiam seribu bahasa, tapi akhirnya dia masih bergumam, “Sudahlah, susah kasih tau anak muda!”
Banyak orang berkata bahwa zaman sudah berubah banyak. Bukan hanya lingkungan tapi manusia pun sudah berubah, ada perbezaan yang begitu drastis dari anak muda zaman dulu dan zaman sekarang.
Seringkali kita menemukan anak kecil atau anak muda zaman sekarang begitu kurang sopan santunnya, moralnya.

Sebut saja dalam hal naik kenderaan awam, yang mana anak muda diharapkan untuk boleh memberikan tempat duduknya bagi orang yang lebih tua.
Untuk yang satu ini, lebih tepatnya dapat kita sebut sebagai etika, karena tidak ada hukum yang mengatur hal ini sebagai sebuah keharusan.
Jika anak muda boleh memberikan tempat duduknya bagi orang tua, maka anak itu pun sebenarnya sedang menunjukkan rasa hormatnya atas orang tua itu.

Tapi hal ini menjadi sebuah “senjata khusus” para orang tua yang digunakan untuk menyerang para anak muda yang tidak memberikan tempat duduknya bagi mereka.
Sebut saja sebuah kejadian di Beijing, yang terjadi di MRT bawah tanah, terjadi hal yang begitu tidak mengenakkan. Seorang Pakcik saat naik ke MRT, dia melihat ada sebuah tempat duduk dan berniat untuk duduk di sana, tiba-tiba ada seorang anak gadis langsung menempelkan punggungnya ke tempat duduk itu.
Saat melihat kelakuan gadis yang duduk di bangku itu, si Pakcik langsung tampak tidak senang, dia mulai memarahi gadis itu, dia mengatakan bahwa gadis itu tidak beretika, kurang ajar. Kata-kata penghinaan terus menerus keluar dari mulutnya tanpa henti.

Dia merasa bahwa seharusnya bangku itu diberikan baginya, malahan gadis ini tanpa merasa bersalah langsung menduduki tempat duduk itu.
Dia memaki gadis ini dan berkata bahwa dia sangat gak tau malu, dari awal ngomel ke gadis ini tanpa berhenti. Orang yang disebelah gadis ini, saat mendengar semuanya itu menjadi terganggu dan terbawa emosi juga.

Si Pakcik masih berkata bahwa dirinya akan menggantikan orang tua gadis itu untuk menghajar dan mendidiknya. Orang-orang di sekitarnya memberikan tempat duduk pada Pakcik ini, tapi dia tidak mau duduk. Dia hanya menginginkan tempat duduk yang tadinya telah diincarnya itu.
Anak gadis itu tidak mengeluarkan kata-kata apapun, mukanya begitu merah sejak dimarahi oleh Pakcik itu. Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya gadis ini bersuara, “Saya sedang datang haid, Pakcik malahan memarahi saya sesukamu, berpikir bahwa apa yang saya lakukan ini tidak seharusnya.”

Akhirnya dia juga mengungkapkan dengan suara yang begitu keras, “Apa kamu mau mengeceknya juga?” Suaranya yang begitu keras sampai kedengaran di 1 gerbong itu.
Si Pakcik yang mendengar ini langsung terdiam seribu bahasa, tapi akhirnya dia masih bergumam, “Sudahlah, susah kasih tau anak muda!”

Belakangan ini, memberikan tempat duduk bagi orang tua menjadi masalah serius di kalangan sosial. Bahkan banyak orang berkata, “Bukan orang tua yang menjadi jahat, tapi orang jahat yang sudah menjadi tua.”
Menurut sobat Cerpen, apa tanggapanmu atas kes ini?
Semoga artikel ini bermanfaat ya, sahabat Cerpen! Dishare yuk!
Sumber: MVRNews
Starting this site has probably been my best decision ever.
There are plenty of times that I’ve wanted to bash my keyboard into oblivion, or spray my monitor with spite filled saliva. But reflecting back on these events, it’s dealing with this adversity that has allowed us to continue to improve, offering our clients genuine value and a haven from the charlatans of the industry. My original mission was to make money for clients; then the site would be a guaranteed success and after 5 years I believe we’ve achieved!
What have I learned during that time?
Here’s a rundown of the wisdom I’ve gathered over the past 5 years. Hopefully, you can grab a pearl of two to help you on your journey.
Forex trading is difficult. I started trading forex because I wanted to get rich without working hard. Simple. I’ll admit, I got sucked into the typical marketing hype that we so often see in the industry, but the reality of forex trading is, it’s bloody hard.
I’ve lost count of the number of traders who claim to be professionals, produce a sexy myfxbook, stroke my ego and then disappear. Never to be heard of again. This industry (and maybe life in general?) is full exaggerations and bullshit. If someone tells you they’re making money trading, I’ll bet you a bucket of pips that they’ve lost more than they’ve gained.
It’s not impossible to make money, but it’s really really hard. I gave up trading my own funds, aside from a few small accounts, long ago. It’s emotionally taxing and utterly absorbing, which is fine if you’re making money, but I wasn’t. So now I get my trading fix by allocating my money to our small team of professionals. Don’t get me wrong, I still love the market and am slightly addicted, but it works better for me to watch the trades being placed on my account instead of making the trading decisions directly.
Seringkali kita menemukan anak kecil atau anak muda zaman sekarang begitu kurang sopan santunnya, moralnya.
Sebut saja dalam hal naik kenderaan awam, yang mana anak muda diharapkan untuk boleh memberikan tempat duduknya bagi orang yang lebih tua.
Untuk yang satu ini, lebih tepatnya dapat kita sebut sebagai etika, karena tidak ada hukum yang mengatur hal ini sebagai sebuah keharusan.
Jika anak muda boleh memberikan tempat duduknya bagi orang tua, maka anak itu pun sebenarnya sedang menunjukkan rasa hormatnya atas orang tua itu.
Tapi hal ini menjadi sebuah “senjata khusus” para orang tua yang digunakan untuk menyerang para anak muda yang tidak memberikan tempat duduknya bagi mereka.
Sebut saja sebuah kejadian di Beijing, yang terjadi di MRT bawah tanah, terjadi hal yang begitu tidak mengenakkan. Seorang Pakcik saat naik ke MRT, dia melihat ada sebuah tempat duduk dan berniat untuk duduk di sana, tiba-tiba ada seorang anak gadis langsung menempelkan punggungnya ke tempat duduk itu.
Saat melihat kelakuan gadis yang duduk di bangku itu, si Pakcik langsung tampak tidak senang, dia mulai memarahi gadis itu, dia mengatakan bahwa gadis itu tidak beretika, kurang ajar. Kata-kata penghinaan terus menerus keluar dari mulutnya tanpa henti.
Dia merasa bahwa seharusnya bangku itu diberikan baginya, malahan gadis ini tanpa merasa bersalah langsung menduduki tempat duduk itu.
Dia memaki gadis ini dan berkata bahwa dia sangat gak tau malu, dari awal ngomel ke gadis ini tanpa berhenti. Orang yang disebelah gadis ini, saat mendengar semuanya itu menjadi terganggu dan terbawa emosi juga.
Anak gadis itu tidak mengeluarkan kata-kata apapun, mukanya begitu merah sejak dimarahi oleh Pakcik itu. Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya gadis ini bersuara, “Saya sedang datang haid, Pakcik malahan memarahi saya sesukamu, berpikir bahwa apa yang saya lakukan ini tidak seharusnya.”
Akhirnya dia juga mengungkapkan dengan suara yang begitu keras, “Apa kamu mau mengeceknya juga?” Suaranya yang begitu keras sampai kedengaran di 1 gerbong itu.
Si Pakcik yang mendengar ini langsung terdiam seribu bahasa, tapi akhirnya dia masih bergumam, “Sudahlah, susah kasih tau anak muda!”
Pakcik Tua Marah Besar Kepada Gadis Ini Kerana Tidak Memberikannya Tempat Duduk Ketika dalam MRT, Namun Saat Gadis Ini Mengungkapkan 1 Hal, Dia Langsung Hilang Kata-kata!
Seringkali kita menemukan anak kecil atau anak muda zaman sekarang begitu kurang sopan santunnya, moralnya.
Artikel Menarik
Untuk yang satu ini, lebih tepatnya dapat kita sebut sebagai etika, karena tidak ada hukum yang mengatur hal ini sebagai sebuah keharusan.
Jika anak muda boleh memberikan tempat duduknya bagi orang tua, maka anak itu pun sebenarnya sedang menunjukkan rasa hormatnya atas orang tua itu.
Tapi hal ini menjadi sebuah “senjata khusus” para orang tua yang digunakan untuk menyerang para anak muda yang tidak memberikan tempat duduknya bagi mereka.
Sebut saja sebuah kejadian di Beijing, yang terjadi di MRT bawah tanah, terjadi hal yang begitu tidak mengenakkan. Seorang Pakcik saat naik ke MRT, dia melihat ada sebuah tempat duduk dan berniat untuk duduk di sana, tiba-tiba ada seorang anak gadis langsung menempelkan punggungnya ke tempat duduk itu.
Artikel Popular
Dia merasa bahwa seharusnya bangku itu diberikan baginya, malahan gadis ini tanpa merasa bersalah langsung menduduki tempat duduk itu.
Dia memaki gadis ini dan berkata bahwa dia sangat gak tau malu, dari awal ngomel ke gadis ini tanpa berhenti. Orang yang disebelah gadis ini, saat mendengar semuanya itu menjadi terganggu dan terbawa emosi juga.
Anak gadis itu tidak mengeluarkan kata-kata apapun, mukanya begitu merah sejak dimarahi oleh Pakcik itu. Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya gadis ini bersuara, “Saya sedang datang haid, Pakcik malahan memarahi saya sesukamu, berpikir bahwa apa yang saya lakukan ini tidak seharusnya.”
Akhirnya dia juga mengungkapkan dengan suara yang begitu keras, “Apa kamu mau mengeceknya juga?” Suaranya yang begitu keras sampai kedengaran di 1 gerbong itu.
Si Pakcik yang mendengar ini langsung terdiam seribu bahasa, tapi akhirnya dia masih bergumam, “Sudahlah, susah kasih tau anak muda!”
Belakangan ini, memberikan tempat duduk bagi orang tua menjadi masalah serius di kalangan sosial. Bahkan banyak orang berkata, “Bukan orang tua yang menjadi jahat, tapi orang jahat yang sudah menjadi tua.”
Menurut sobat Cerpen, apa tanggapanmu atas kes ini?
Semoga artikel ini bermanfaat ya, sahabat Cerpen! Dishare yuk!
Sumber: MVRNews
What Have I Learned After Running ForexSignals.com For 5 Years?
So… 5 years hey? What a ride!Starting this site has probably been my best decision ever.
There are plenty of times that I’ve wanted to bash my keyboard into oblivion, or spray my monitor with spite filled saliva. But reflecting back on these events, it’s dealing with this adversity that has allowed us to continue to improve, offering our clients genuine value and a haven from the charlatans of the industry. My original mission was to make money for clients; then the site would be a guaranteed success and after 5 years I believe we’ve achieved!
What have I learned during that time?
Here’s a rundown of the wisdom I’ve gathered over the past 5 years. Hopefully, you can grab a pearl of two to help you on your journey.
Forex trading is difficult. I started trading forex because I wanted to get rich without working hard. Simple. I’ll admit, I got sucked into the typical marketing hype that we so often see in the industry, but the reality of forex trading is, it’s bloody hard.
I’ve lost count of the number of traders who claim to be professionals, produce a sexy myfxbook, stroke my ego and then disappear. Never to be heard of again. This industry (and maybe life in general?) is full exaggerations and bullshit. If someone tells you they’re making money trading, I’ll bet you a bucket of pips that they’ve lost more than they’ve gained.
It’s not impossible to make money, but it’s really really hard. I gave up trading my own funds, aside from a few small accounts, long ago. It’s emotionally taxing and utterly absorbing, which is fine if you’re making money, but I wasn’t. So now I get my trading fix by allocating my money to our small team of professionals. Don’t get me wrong, I still love the market and am slightly addicted, but it works better for me to watch the trades being placed on my account instead of making the trading decisions directly.
Buat lebih berguna, kongsi:

